Criminal Liability for Torture in Prisons (A Study of Langkat Youth Prison)
Keywords:
Criminal Liability, Public Service Oversight, Torture, Human Rights.Abstract
The transformation of the correctional system in Indonesia through Law Number 22 of 2022 concerning Corrections emphasizes a paradigm shift from a repressive approach toward a rehabilitative system oriented to rehabilitation, social reintegration, and respect for human rights. However, in practice, correctional institutions continue to face various structural challenges such as overcrowding, limited human resources, and weak oversight mechanisms, which may give rise to acts of violence or torture against inmates. This study aims to analyze the forms of criminal liability for acts of torture within correctional institutions and to examine the role of public service oversight systems in preventing such practices, particularly at the Langkat Youth Correctional Institution. This research employs an empirical juridical (socio-legal) approach using qualitative analysis methods through literature review, statutory analysis, and examination of empirical data related to oversight practices within correctional institutions. The findings indicate that acts of torture against inmates may result in criminal liability for the officers involved if the elements of unlawful conduct, fault, and consequences causing physical or mental suffering to the victims are fulfilled. Furthermore, public service oversight systems play a strategic role in preventing torture practices through the strengthening of internal supervision, the establishment of independent complaint mechanisms, and the involvement of external oversight institutions.
References
Cahyaningtyas, I., & Nugroho, R. (2022). Implementasi prinsip hak asasi manusia dalam sistem pemasyarakatan di Indonesia. Jurnal HAM, 13(2), 205–220.
Dewi, A. K., & Wibowo, A. (2023). Evaluasi pengawasan internal dalam pencegahan kekerasan di lembaga pemasyarakatan. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 23(1), 45–60.
M. A. Siregar, R. F. Adrian, and M. J. Rambe, Menelusuri Perjalanan Lahirnya Konsep Sistem Hukum Pidana Dan Hukum Pidana Di Indonesia. Tahta Media, 2023
Hidayat, M., & Rahmawati, D. (2021). Pengawasan pelayanan publik berbasis akuntabilitas dalam lembaga pemasyarakatan. Jurnal Administrasi Publik, 17(2), 89–101.
Iskandar, A., & Wahyudi, R. (2024). Pencegahan penyiksaan dalam lembaga pemasyarakatan melalui pendekatan hak asasi manusia. Ius Quia Iustum Law Journal, 31(1), 145–160.
Kurniawan, A., & Sari, D. (2022). Reformasi sistem pemasyarakatan dan perlindungan hak narapidana di Indonesia. Jurnal Hukum dan Peradilan, 11(2), 211–228.
E. C. Tarigan and H. Aspan, “Dampak overkapasitas di lembaga pemasyarakatan terhadap pemenuhan hak-hak narapidana di Rutan Kelas IIB Kabanjahe,” Locus Journal of Academic Literature Review, vol. 4, no. 5, pp. 287–295, 2025.
R. Rahmayanti, T. R. Zarzani, S. Sukarwoto, and S. Diriyanti, “Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Kekerasan Fisik di Lingkungan Pendidikan Tinggi (Menggunakan System Boarding School),” Innovative: Journal of Social Science Research, vol. 4, no. 3, pp. 10134–10147, 2024
Nugraha, P., & Santoso, B. (2024). Penguatan mekanisme pengawasan eksternal terhadap lembaga pemasyarakatan dalam perspektif hak asasi manusia. Jurnal Legislasi Indonesia, 21(1), 77–92.
Prasetyo, A., & Setiawan, B. (2023). Sistem pengawasan pemasyarakatan berbasis akuntabilitas publik. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 23(2), 211–226.
Putri, A. M., & Hadi, S. (2021). Pelayanan publik di lembaga pemasyarakatan dalam perspektif good governance. Jurnal Administrasi dan Kebijakan Publik, 6(1), 55–67.
Rahmawati, N., & Utomo, A. (2024). Pencegahan kekerasan terhadap warga binaan dalam sistem pemasyarakatan Indonesia. Jurnal HAM, 15(1), 45–60.
R. Sidi and T. R. Zarzani, “Accountability of Criminal Threats for Stepfathers as Perpetrators of Criminal Acts of Sexual Violence Against Girls,” in International Conference Epicentrum of Economic Global Framework, Aug. 2024, pp. 1137–1143.
Suryani, E., & Kurnia, R. (2022). Perlindungan hak narapidana dalam perspektif hukum dan hak asasi manusia. Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 11(3), 401–416.
Alfiansyah, M. T., Nasution, A. R., & Zarzani, T. R. (2026). Pertanggungjawaban Pidana bagi Pelaku Aborsi sebagai Korban Perkosaan. Judge: Jurnal Hukum, 6(09), 1752-1759.
Yusuf, M., & Prabowo, D. (2024). Sistem pengawasan lembaga pemasyarakatan dalam mencegah penyalahgunaan kewenangan aparat. Jurnal Hukum dan Peradilan, 13(1), 91–108.
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. (2024). Laporan kinerja Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Tahun 2024. Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. (2023). Laporan tahunan Komnas HAM 2023. Komnas HAM Republik Indonesia.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Abul Fauzi Tarigan, Fitri Rafianti; Henry Aspan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




