Juridical Analysis of Corruption Crimes in Transportation Infrastructure: A Case Study of Bribery in the Kuala Tanjung Railway Project, North Sumatra

Authors

  • Muhammad Buzjany Dzikry Universitas Pembangunan Panca Budi
  • Henry Aspan Universitas Pembangunan Panca Budi
  • Mhd. Azhali Siregar Universitas Pembangunan Panca Budi

Keywords:

Corruption, Bribery Offenses, Transportation Infrastructure, Kuala Tanjung Railway Project, Criminal Liability, Law Enforcement.

Abstract

The development of transportation infrastructure has become a government priority in promoting economic growth and interregional connectivity. During the New Order era, freedom of association experienced setbacks due to government policies that tended to favor business interests[1]. However, the bribery case in the railway project leading to Kuala Tanjung Port, North Sumatra, demonstrates that vulnerabilities to corrupt practices in government procurement of goods and services still persist. This study aims to analyze the legal regulation of bribery offenses in transportation infrastructure projects under the Anti-Corruption Law and to examine the criminal liability of the perpetrators based on positive law in Indonesia. The research method used is normative legal research with statutory, conceptual, and case approaches. The results of the study indicate that bribery offenses have been clearly regulated under Law Number 31 of 1999 in conjunction with Law Number 20 of 2001, particularly Articles 5, 11, and 12. Criminal liability may be imposed on both individuals and corporations, with intentionality serving as the basis of proof. This study confirms that Indonesian positive law has provided adequate legal instruments; however, the effectiveness of law enforcement and the integrity of state officials remain major challenges. Therefore, strengthening supervision and ensuring the consistent application of criminal sanctions are necessary to prevent corruption offenses in transportation infrastructure projects.

References

Susilo, Joko, Rafianti, Fitri, & Fitrianto, Bambang. (2025). Peran serikat pekerja dalam pembuatan perjanjian kerja bersama: Tinjauan atas praktik di Sumatera Utara. Locus Journal of Academic Literature Review, 4(3), 154–159.

Priyatna, Escha Gusnadhi, Zarzani, T. Riza, & Aspan, Henry. (2022). Upaya penanggulangan tindakan kecurangan dalam ujian penerimaan Polri di Polres Tanah Karo. Jurnal Rectum, 4(2), 498–502.

Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2015), hlm. 13.

Johnny Ibrahim, Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif (Malang: Bayumedia Publishing, 2013), hlm. 302.

Johnny Ibrahim, Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif (Malang: Bayumedia Publishing, 2013), hlm. 302.

Siregar, Mhd Azhali, Adrian, Rahul Fikri, & Rambe, Muhammad Juang. (2023). Menelusuri Perjalanan Lahirnya Konsep Sistem Hukum Pidana dan Hukum Pidana di Indonesia. Tahta Media Group.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Pasal 5 ayat (1).

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Pasal 11 dan Pasal 12.

Sihotang, Frendy, Siregar, Mhd Azhali, & Ismaidar. (2026). Tinjauan hukum atas putusan pengadilan dalam menentukan pelaku tidak langsung dalam korupsi dana desa (Studi atas Putusan No: 76/Pid.Sus-TPK/2022/PN Mdn). Judge: Jurnal Hukum, 6(9).

Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Pasal 6.

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2006 tentang Pengesahan United Nations Convention Against Corruption, 2003 (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Anti Korupsi, 2003).

Tampubolon, Sari Sania, Siregar, Abdul Rahman Maulana, & Simbolon, Trilestaria. (2026). Penemuan hukum dan penalaran hukum sebagai dasar pembentukan putusan hakim yang berkeadilan. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 1605–1612.

Wirjono Prodjodikoro, Asas-Asas Hukum Pidana di Indonesia (Bandung: Refika Aditama, 2014), hlm. 63.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, Pasal 5 ayat (1).

Satjipto Rahardjo, Ilmu Hukum (Bandung: Citra Aditya Bakti, 2012), hlm. 127.

Soerjono Soekanto, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum (Jakarta: Rajawali Pers, 2014), hlm. 8.

Gemilang, Gilang, Ismaidar, & Zarzani, T. Riza. (2024). Pertanggungjawaban pidana korporasi dalam tindak pidana pencucian uang. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 4(2), 8455–8471.

Downloads

Published

2025-10-27

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>